Tampilkan postingan dengan label puisi cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi cinta. Tampilkan semua postingan

Ragu



Dalam kata yang telah ia susun rapi
Kemudian membentuk kalimat indah
Dalam tingkah yang slalu terlihat anggun
serta mepesona
juga dalam suara merdunya kala bersenandung rindu

Hingga saat ini
aku masih slalu merasa kalah
Pernah kau miliki cinta bersamanya
Pernah kau rajut mimpi dengannya
Tapi sadarkah
Itu masa lalumu

Dan dalam tarian waktu yang tak berhenti
Aku masih saaja mencemaskanmu
Utuhkah cinta ini untukku?
Meski yang ia miliki tak ada di diriku

Masihkah ingin kau bohongii aku juga hatimu??

Puisiku

Aku ingin bsenandung.. Tentang syair penuh rindu..
Seperti kebiasaanku dahulu.
Lalu angin mengajak ku menghilang berSama pekat sang malam..
Dan saat ku terjaga..
Aku sudah di sana.. Di ruangan penuh canda..
Dalam peluk sang ayah ..
Aku tak ingin lari dari tempat ini..
Aku tak ingin beranjak dari damai ini.
Jika boleh meminta kepadaNya..
Esok Tak ingin ku lihat fajar menyapaku lebih awal..
Sung9uh .. Biar jdi cerita panjangku kepada senja,
tentang satU mimpi yang tak mungkin jadi nyata ..

For you

. Aku takkan pernah bisa lagi berlari
dan berpaling dari hati yang sudah terlalu dalam mengikat..
bahkan pada langit itupun,
sudah ku ceritakan tentang hatiku yang telah terpikat..

Dengar Sayang..
Aku telah temukan bahagiaku di sini ..
Dan itu adalah bersamamu ..

Kelak kita akan menari di temani semilir dari sang angin..
biarkan saja srigala-srigala kecil itu mengaung hingga mereka lelah...

Dan kita akan tetap bersama sampai hujan takkan pernah bisa kita rasakan jatuhnya lagi..

Sampai hujan takkan pernah bisa menghadirkan pelangi..

Cinta di Tanggal 10

Kau tau..
Semalaman bintang-bintang itu menari untuk kita..
Tariannya begitu anggun..
Hingga membuatku tertegun..

Mungkinkah mereka merasakan kebahagiaan ini???

Mari Sayang.. mendekatlah kepadaku..
Akan ku bagikan kisah kita pada mereka..
Aku yakin mereka akan iri..
karena aku telah membagi hati..

Bersamamu..Di tanggal ini..
Biarlah Bintang sedikit bersedih..
Karena aku telah memilih..
Kepadamu kan ku jatuhkan hati...

Untuknya yang Telah Pergi (ayah)

Biar ku sematkan rindu
pada bunga melati yang bermekaran ..
agar indahnya kekal terpatri..

Biar ku abadikan senyum tulus di hati
lalu ku sulamkan pada jiwa yang telah letih
agar indah luapan kasih tetap abadi..

Biar ku tempatkan sebagian hati yang di tinggal pergi
pada langit...
agar sebagiannya lagi tetap hidup di sini..

Dawai Jiwa

Wahai jiwaku ..
Aku tak punya apa-apa selain umurku ..
Maka setiap hembusan nafasku adalah mutiara yang berharga ..
yang kelak akan pergi
dan harus ku pertanggung jawabkan kepada Kholiq ku ..

Kertas yang Terbuang

Aku mengartikan diriku bagaikan
selembar kertas kosong yang lusuh .. kumuh .. di hatimu.
yang tak pernah kamu lirik,
atau kamu pakai
untuk menuliskan satu huruf saja..

Ya.. akulah kertas kosong dari kumpulan kertas-kertas lain
yang terbuang sia-sia di sudut kamarmu..
atau bahkan di bawah meja kamarmu itu..

Tapi coba lihatlah dia!!!
dia adalah kertas yang selalu kau tuliskan sesuatu
dengan tinta emas di dalamnya..
indah dengan kata berjuta makna..

Lalu mengertikah kamu???
aku tak inginkan tinta emasmu..
akupun tak inginkan jutaan kata-kata indah itu..

Aku hanya ingin..
kamu mengerti sedikit saja keberadaan ku di sini..
bahwa aku ini juga kertas!!!

Yang ingin kamu tuliskan sesuatu di dalamya..
meski hanya satu kata sederhana..
asal itu bermakna utukku..
meski hanya dengan tinta biasa..
asal itu dari hatimu..

Setidaknya,,aku sedikit merasa berharga..
walau ku tau setelah itu kamu akan membuangku kembali..
dan aku akan kembali lagi menjadi kertas yang terbuang
di sudut kamar mu atau di bawah meja belajarmu itu..

Yang terkadang tersapu pula olehmu..
dan tak terlihat oleh mata hatimu...

Hello!
Grab a Funny Picture from pYzam.com